1. Greetings….
Yap, hari ini tanggal 01 Januari 2026 adalah hari pertama di tahun 2026 dan saya akan kembali membahas game favorit kamu Fire Emblem Three Houses. Saat saya menulis ini, saya berharap pada tahun ini kamu para pembaca semuanya dalam keadaan sehat, semakin sukses dalam setiap bidang pekerjaan kamu dan terlebih lagi untuk terus berbahagia dalam hidup. Jangan pernah menyerah, teruslah belajar dan teruslah menjadi yang terbaik. Kiranya tulisan-tulisan saya dapat selalu menghibur kamu dan terus hadir untuk menemani kamu di sepanjang tahun ini.
Oke baiklah, mari kita kembali ke game favorit kamu Fire Emblem Three Houses. Seperti yang kita ketahui, Fire Emblem Three Houses menawarkan 3 stroyline dengan 3 house leader yang berbeda. Ketiganya memiliki keunikannya masing-masing dan memberikan kesannya sendiri pada para player. Player yang diwakili Byleth akan mendalami motivasi dan latar belakang cerita dari house leader yang dipilih. Dalam cerita, wliayah Fodlan terbagi atas 3 kerajaan dan setiap house leader berasal dari ketiga kerajaan tersebut. Ketiganya pula merupakan pewaris tahta berikutnya dari masing-masing kerajaan.

Bagaimana game ini membuat kamu memilih house leader mana yang akan kamu ajar? Jika dalam pokemon, kita diberikan 3 pilihan pokemon berdasarkan tipenya sementara disini kita diberikan pilhan setelah Byleth berinteraksi dengan mereka. Bisa dibilang game ini membuat kita merasakan kesan pertama terlebih dahulu terhadap ketiga house leader tersebut. Memang pada saat memilih kelas, kita bisa melihat stat masing-masing calon murid dan menggunakannya untuk memilih kelas yang kita inginkan. Tetapi bagi saya kesan pertama itulah yang sebenarnya membuat player cenderung untuk memilih house leadernya.
2. House Leader
Kesan apa saja yang ditinggalkan para house leader saat interaksi pertama dengan Byleth? Pertama, house leader Dimitri. Bagi saya, Dimitri adalah seseorang yang sangat bisa diandalkan. Ia seorang yang sopan, jujur dan sangat kesatria. Bagaimana ia memperkenalkan dirinya dan bertekad untuk percaya sepenuhnya pada teman membuat dirinya begitu berkarisma menjadi pemimpin. Kedua, house leader Edelgard. Nah, selain ketenangan dan keseriusannya sebagai calon penerus tahta ia juga ditunjukkan masih sangat membutuhkan mentor. Serangan mematikan dari Bandit, seandainya tidak ditepis Byleth, bisa jadi akan mengakhiri hidupnya. Tetap justru itulah yang mentrigger hadirnya Sothis untuk memutar waktu dan menyelamatkan Byleth.

Ketiga, house leader Claude. Terus terang saat pertama kali memainkan game ini, saya memilih Claude. Senjata panahnya memang akan menjadi pelengkap yang sangat baik untuk Byleth tetapi bukan itu alasan saya memilihnya. Masih ingat percakapan mereka bertiga pada ujung cut scene? Dimitri dan Edelgard malah berebut untuk menarik perhatian Byleth. Mereka sangat berharap Byleth bisa ikut dalam kerajaan mereka setelah melihat betapa hebatnya skill Byleth. Lalu bagaimana dengan Claude? Dia hanya menertawakan perdebatan mereka dan mengatakan betapa naifnya mereka. Malah Claude mencibir mereka karena saat itu bukanlah saat yang tepat untuk merekrut seseorang.
3. Kamu Pilih Siapa?
Dari interaksi tersebut saya bisa melihat Claude bukanlah orang yang berambisi. Ia cenderung lebih santai namun penuh dengan strategi. Justru dari sosok Claude saya bisa melihat calon pemimpin yang baik yang bisa menyatukan semua orang. Sampai disini saya rasa ada yang setuju dengan saya ada yang tidak tetapi jangan risau. Justru kamu harus memilih ketiganya agar kamu dapat memahami konflik Fodlan dari setiap sudut pandang. Yang saya maksudkan adalah game ini berhasil membuat kita memiliki kesan pada house leader sebelum kita memilih. Kesan emosional ini yang pada akhirnya membawa kita hanyut dalam cerita.

Ada banyak hal yang menarik pada game ini dan harapan saya kamu bisa menikmatinya. Bahkan jika kamu tidak memainkan game ini atau bukanlah seorang gamer paling tidak kamu bisa menikmati tulisan-tulisan saya. Nah, itulah dia Fire Emblem Three Houses. Game tactical RPG yang apik dan sangat berkesan. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama pada game ini? Coba ketik ya tanggapan kamu di kolom komentar. Sampai jumpa ya di artikel berikutnya.




